Supir Truk si Rambu Larangan

Sebuah humor sederhana diposting di medsos menarik perhatian saya. Mengisahkan permainan teka antara “si Ombong dan Google.”  

Ompong, “Polisi melihat sopir truk di rambu larangan. Tetapi tidak menangkapnya. Mengapa?” 

Google, “karena sopir membawa SIM dan STNK” 

Ompong, “Salah! Karena sopir truk sedang berjalan kaki” 

Meskipun berbentuk humor, ada baiknya dijadikan pembelajaran, bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita kerap langsung meluncur ke kesimpulan tanpa memeriksa fakta. Kita memberi jawaban spontan berdasarkan opini dan asumsi-asumsi kita yang tidak teruji. Begitu mendengar konsep “Sopir”  asumsi kita langsung ke pesyaratan menyetir, tanpa mengecek konteksnya.  Maka, humor ini mengajari kita agar lebih hati-hati membuat kesimpulan dan merespons stimulus. Banyak kali orang termakan hoaks, tertipu lantaran “kebiasaan latah” tersebut. 

Selamat merawat nalar, karena dengan memahami jalan nalar kita bisa menikmati humor secara maksimal!

0Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top