Milenial Memaknai Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan fakta sejarah yang menunjukan bahwa demokrasi deliberatif telah dilakukan oleh para pemuda Indonesia pada tahun 1928, sebagai usaha menghadirkan sebuah masyarakat yang merdeka. Setelah hampir 100 tahun usia Sumpah Pemuda, apakah generasi kini yang disebut milenial masih menghidup semangat itu?

Para pemuda sebagai agent of change mengkonsepsikan makna persatuan sebuah bangsa yang utuh dan sinergis. Berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, merupakan sebuah komitmen yang sangat agresif serta futuristik untuk keluar dari ketertindasan dan keterjajahan. Sumpah Pemuda 1928 merupakan usaha dari anak-anak bangsa yang plural dan majemuk untuk bersatu dalam semangat persaudaraan kebangsaan dan bersama-sama membentuk sebuah tatanan masyarakat baru yang merdeka dan beradab. Indonesia harus memahami dirinya yang merdeka dan maju seperti saat ini, sebagai akibat dari sikap kritis para pemuda yang mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan pemersatu. Itulah modal utama membangun sebuah bangsa.Para pemuda merupakan modal bagi sebuah bangsa. Mereka memiliki karakteristik yang bebas, kreatif, kritis dan cenderung berani untuk mengungkapkan yang kebenaran. Modal inilah yang menjamin kelangsungan kehidupan suatu bangsa.

Di era milenial saat ini, para pemuda masih menyadari posisi strategisnya. Mereka masih melihat bahwa komitmen nasionalisme pada tahun 1928 merupakan kunci pembangunan sebuah bangsa.

Dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan pemikiran, para milenial meneruskan komitmen Sumpah Pemuda dengan terus berdaya cipta, menjaga budaya bangsa serta mengawal demokrasi yang cenderung menjadi kebablasan. Generasi milenial memaknai Sumpah Pemuda 1928 sebagai titik awal membangun komitmen menjadi bangsa, dan kehadiran mereka saat ini adalah untuk terus menjaga, merawat dan memperkuat komitmen persaudaraan kebangsaan tersebut dalam konteks kekinian, konteks dengan bentuk tantangan yang berbeda.

Dialekti antara komitmen Sumpah Pemuda dan keberadaan generasi milenial ini disajikan secara menarik dalam buku “Milenial Memaknai Sumpah Pemuda”. Buku ini lahir dari beberapa aktivitas IM.com dalam upaya membangun kembali komitmen nasionalisme di era milenial. Para penulis dalam buku ini merupakan para milenial yang masih menyadari akan pentingnya menjaga kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam era disrupsi saat ini.

Link buku : https://play.google.com/store/books/details?id=Y3ohEAAAQBAJ

0Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top