Logika dalam menyelesaikan masalah

Ada dua perempuan yang masih berkuliah di Jakarta. Salah satu dari mereka bernama Marta, yang selalu berpikir dengan pendekatan Matematis. Lainnya bernama Lusi, dan gaya berpikirnya mengandalkan Logika.

Pada suatu hari, mereka berdua mengikuti kuliah hingga malam hari, dan harus berjalan pulang menuju kos, dengan melewati jalan yang gelap. Jarak dari kampus ke kos mereka sekitar 700 meter, dan jalannya sepi dari keramaian.

Setelah beberapa saat mereka berjalan, tiba-tiba mereka merasa diikuti oleh seseorang.

Marta: Apakah kamu memperhatikan, ada seseorang yang sedang berjalan mengikuti kita. Ia, sudah mengikuti kita sekitar 2, 5 menit yang lalu. Saya kuatir, dia bermasuk jahat pada kita.

Lusi: Ada kemungkinan dia mau memperkosa kita.

Marta: Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, maka dalam waktu 7,5 menit, dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan?

Lusi: Hanya ada satu cara, kita harus berjalan lebih cepat.

Marta: Itu tidak menolong kita. Bagaimana nih???

Lusi: Tentu saja tidak terlalu menolong kita. Karena secara logika, jika kita mempercepat langkah kita, maka ia juga akan mempercepat langkahnya.

Marta: Lalu bagaimana? Dengan kecepatan jalan seperti ini, dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu lima menit dari sekarang.

Lusi: Hanya ada satu cara logis. Tepat perempatan lorong didepan, kamu lewat jalan ke kiri, dan aku lewat jalan ke kanan. Sehingga dia hanya mengikuti salah satu dari kita, dan salah satu dari kita bisa meminta pertolongan, saat sudah sampai kos.

Marta menyetujui usul tersebut. Setelah itu, kedua perempuan itu berpisah diperempatan lorong jalan yang sempit.

Pada akhirnya, Marta tiba lebih duluan di kos. Ia mencari ke kamar Lusi, tapi Lusi tidak ada. Tenyata pria tadi mengikuti Lusi.

Tidak berselang lama kemudian, Lusi datang dengan berlari.

Marta: Oh, terima kasih Tuhan. Kamu tiba dengan selamat. Eh, apakah benar pria itu mengikutimu?

Lusi: Setelah berpisah, ia mengikuti saya terus.

Marta: Lalu apa yang terjadi?

Lusi: Saya memutuskan untuk berlari. Namun secara logika pria itu pun berlari, dan pasti larinya lebih kencang dari saya. Sehingga ia berhasil mendekati saya.

Marta: Lalu….lalu apa yang kamu lakukan?

Lusi: Hanya ada satu cara logis yang saya lakukan, yakni saya mengangkat rok saya.

Marta: Oh, tidak. Lalu apa yang dilakukan pria itu?

Lusi: Pria itu menurunkan celananya.

Marta: Oh, tidak. Lalu??

Lusi: Secara logika, perempuan yang mengangkat roknya, akan berlari lebih kencang dan cepat daripada pria yang berlari sambil melorotkan celananya. Dengan demikian saya bisa lolos dari kejaran pria itu.

Marta: !!!??

0Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top