Debat kusir yang tidak penting

Suatu saat, Kim Jong Un berkehendak untuk mengungguli Amerika dalam bidang antariksa.

Dalam sebuah kesempatan di depan masyarakat Korea Utara, Kim Jong Un menyampaikan niatnya tersebut. ia menyampaikan, “Kita bangsa Korea Utara merupakan bangsa yang lebih unggul dari Amerika Serikat. Kita sudah melakukan uji coba nuklir, tanpa diketahui oleh Amerika Serikat. Kini saatnya kita akan lebih unggul dalam bidang antariksa. Amerika telah mengirimkan astronotnya ke bulan pertama kali. Namun kita akan mengirimkan astronot kita ke matahari. Tempat yang belum pernah didatangi seorang manusia pun. Kita akan menunjukan bahwa kita memang lebih unggul”.

Pidato Jong-Un mendapatkan tepuk tangan meriah dari masyarakat Korea Utara, dan ditayangkan oleh berbagai media internasional.

Saat Donald Trump mendengarkan pidato Jong-Un, ia langsung gusar.

Dalam sebuah kesempatan, para jurnalis Gedung Putih bertanya kepada Trump tentang hal itu. Akhirnya Trump menyampaikan pesannya lewat para jurnalis kepada Jong-Un, “Kami memang sudah sampai ke bulan. Dan tidak ada yang akan melampaui kami. Jika Jong-Un akan mengirimkan orang ke matahari, tidakkah ia tahu bahwa matahari itu panas!! Untuk itu janganlah bermimpi mengungguli kami”.

Pendapat Trump tesebut didengar oleh Jong-Un, dan langsung memberi komentar, “Trump masih menganggap kami bodoh. Kami tahu bahwa matahari itu panas. Namun kami juga tahu cara ke sana tanpa membuat orang-orang kami mati konyol. Kami sudah mempersiapkan astronot kami, dan kami akan mengirimkan mereka ke matahari pada malam hari. Sehingga mereka tidak kepanasan”.

Komentar tersebut didengar oleh Trump, dan ia langsung memberi komentar balik, “Niat dan usaha Jong-Un adalah baik, tapi apakah matahari ada sampai malam hari? bukankah matahari sudah tidak ada pada malam hari”.

Mendengarkan hal itu, Jong-Un memberi komentar balik, dengan tertawa sinis, “Trump kurang banyak jalan-jalan. Dibeberapa kota besar di Indonesia, Matahari buka sampai jam 9 malam. Pada durasi waktu itulah kami akan berangkat ke sana”.

Saat mendengarkan komentar Jong-Un, masyarakat dunia pun bingung. Namun Trump mulai kuatir dengan niatan dari Jong-Un.

(Itulah cerita reakaan tentang debat panas antara Jong-Un dan Trump yang tidak menggunakan penguasaan konsep dan metode yang tepat. Namun lebih dikuasai oleh arogansi dan kesombongan. Sehingga, bila dibaca secara baik-baik perdebatan mereka terlihat lucu).

0Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top